Shalawat Munjiyat

Shalawat Munjiyat

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ الْأَهْوَالِ وَالْاٰفَاتِ وَتَقْضِيْ لَنَا بِهَا جَمِيعَ الْحَاجَاتِ وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَتُبَلِّغُنَا بِهَـــا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِى الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَـــاتِ

Allâhumma shalli `ala sayyidinâ Muhammadin shalâtan tunjînâ bihâ min jamî`il-ahwâli wal-âfâti wa taqdî lanâ bihâ jamî’al-ḫâjâti wa tuthahhirunâ bihâ min jamî`is-sayyi’ati wa tarfa`unâ bihâ `indaka a`lad-darajâti wa tuballighunâ bihâ aqshal-ghâyâti min jamî`il-khairâti fil-ḫayâti wa ba`dal-mamât(i).

Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Baginda Muhammad, yang dengan shalawat itu Engkau selamatkan kami dari semua keadaan yang menakutkan dan dari semua cobaan, Engkau penuhi semua kebutuhan kami, Engkau bersihkan kami dari segala kejelekan, Engkau angkat kami ke derajat paling tinggi, dan Engkau sampaikan kami kepada tujuan yang paling sempurna dari semua kebaikan, ketika hidup dan setelah mati.

Keutamaannya

Sholawat di atas disebutkan di dalam kitab Dalâ'il. Dalam syarah kitab tersebut disebutkan riwayat dari Hasan bin 'Ali AlAswânî. Ia berkata:

"Barangsiapa yang membaca sholawat ini dalam setiap perkara penting atau bencana sebanyak 1000 kali, niscaya Allah akan melepaskan bencana itu darinya dan menyampaikan apa yang diinginkannya."

Komentar Syekh Yusuf Isma’il an-Nabhani. Telah dikutip daripada Hasan bin ‘Ali al-Aswani di dalam komentar Ad-Dalail (penjelasan atau komentar dalam kandungan kitab kumpulan sholawat yang berjudul Dalaa-ilul Khoirot), bahwa beliau telah berkata:

"Siapa yang membaca sholawat ini sebanyak 1000 kali ketika tertimpa kesulitan dan musibah, Allah akan melapangkan (perkara itu) daripadanya dan akan menyampaikan hajadnya."

Dan telah diriwayatkan dari Ibn Al-Fakihani, dari AsySyaikh As-Sholih Musa Ad-Darir, beliau telah berkata:

"Aku pernah berlayar di sebuah laut, tiba-tiba angin taufan melanda ke atas kami. Sangat sedikit manusia yang akan dapat selamat daripada tenggelam, dan telah banyak orang menjeritjerit karena ketakutan. Tiba-tiba aku merasa mengantuk dan aku tertidur, aku bermimpi melihat Nabi saw dan beliau bersabda, "Katakanlah kepada para penumpang (kapal ini) agar mereka mengucapkan sholawat ini sebanyak seribu kali,

"Wahai Allah, limpahkanlah sholawat ke atas penghulu kami Muhammad, sholawat yang dengannya kami diselamatkan . . . sehingga . . . setelah (kami) mati."

Kemudian aku terjaga (dari tidur) dan aku langsung memberitahu para penumpang tentang mimpiku itu, dan kami pun bersholawat dengannya (dengan ungkapan sholawat yang telah diterima di dalam mimpi itu) lebih kurang tiga ratus kali. Allah telah melapangkan kami (daripada keadaan yang mencemaskan itu).

Dan telah berkata Sayid Muhammad Afandi Abidin di dalam catatan beliau, bahwa Al-`Allamah al-Musnid Ahmad al-‘Aththor telah menyebutnya sebagai Sholawat Al-Munjiyyah, dan beliau telah berkata pada bagian akhirnya: Telah menambah Al-`Arif Al-Akbar dengan kata-kata: يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ (Wahai Yang Paling Penyayang di antara semua penyayang).

Beliau telah berkata: Telah berkata sebagian masyayikh: Siapa yang mengucapkannya sebanyak seribu kali ketika ada kesulitan atau ketika turunnya musibah, Allah akan melapangkan (perkara itu) daripadanya dan akan menyampaikan hajadnya. Dan siapa yang memperbanyak pada waktu datang penyakit tho'un (penyakit menular), ia akan diamankan daripadanya. Dan siapa yang memperbanyak ketika belayar dilaut, akan diamankan dari tenggelam. Dan siapa yang membacanya sebanyak lima ratus kali, akan disampaikan apa yang dia inginkan di dalam hal menarik rizqi dan kekayaan, insya - Allah Ta’ala, dan ia adalah sesuatu yang benar-benar mujarrab pada semua perkara itu. Dan Allah Ta’ala jua yang lebih mengetahui.

Syekh Ash-Showi telah menyebut perkara yang kurang lebih sama di dalam komentar mengenai Wird Ad-Dardir (wirid-wirid yang telah digubah oleh Asy-syaikh Ahmad, seorang guru At-Toriqah Al-Kholwatiyyah, yang amat terkenal di negara Mesir pada zamannya) yang telah mengutip daripada as-Samhudi dan al-Malawi.

Syekh Al-‘Arif Muhammad Haqqi Afandi An-Nazili telah berkata di dalam kitabnya Khozinah Al-Asror: Ketahuilah bahwa sholawat-sholawat itu dibagikan kepada empat ribu jenis, dan pada satu riwayat yang lain, dua belas ribu.

Setiap sesuatu darinya telah dipilih oleh satu jama'ah dari ahli Timur dan Barat, bersesuaian dengan apa yang telah mereka temui di dalam menjalin ikatan rohani di antara mereka dengan Baginda dan dari apa yang mereka fahami padanya dari berbagai keistimewaan-keistimewaan dan manfa'at-manfa'at, dan apa yang telah mereka temui padanya (dari hal) rahasia-rahasia, yang setengahnya telah menjadi masyhur melalui uji kaji dan melalui penyaksian di dalam mendapatkan lepasnya segala kesempitan dan pencapaian hasrat, seperti Sholawat Al-Munjiyyah, dan beliau telah menyebut bentuk ungkapan itu.

Kemudian beliau berkata: Dan yang lebih utama ialah dia mengucapkan, "Wahai Allah, limpahkanlah sholawat ke atas penghulu kami Muhammad dan ke atas keluarga penghulu kami Muhammad. Sholawat yang dengannya kami diselamatkan . . ." hingga ke akhirnya, karena apa yang telah dikatakan oleh Baginda, "Apabila engkau sekalian bersholawat ke atasku, jadikanlah ia umum (tidak dikhoskan untuk diri Baginda seorang, tetapi juga mencakupi ahli keluarga Baginda). Dan kesannya, dengan diikut sertakan keluarga Baginda itu, adalah lebih lengkap, dan lebih umum, dan lebih banyak (pahala dan manfa'atnya) dan lebih cepat (untuk di qobulkan).

Begitulah yang telah diwasiatkan kepadaku dan yang telah diijazahkan kepadaku oleh sebagian masyayikh.

Syekh al-Akhbar juga telah menyebutnya dengan disertakan sebutan ahli keluarga Baginda itu, dan beliau telah berkata bahwa ia adalah satu perbendaharaan daripada segala perbendaharaan 'Arsy (singgasana Allah). Sesungguhnya, siapapun yang berdo'a dengannya sebanyak seribu kali pada tengah malam untuk hajat apapun, sama saja hajat dunia atau hajat akhirat, Allah Ta`ala akan menunaikan hajatnya. Sesungguhnya ia (pengabulan bagi sholawat ini) lebih cepat daripada kilauan kilat, dan ia adalah eliksir yang agung dan penawar yang besar (sangat mujarrab), dan hendaklah ia disembunyikan dan ditutupkan daripada yang bukan ahlinya. Demikianlah sebagaimana (ia telah sebutkan) didalam Sirr AlAsror.

Demikianlah juga telah disebutkan oleh Syaikh Imam ‘Ali Al-Buuni dan Imam Al-Jazuli mengenai berbagai keistimewaannya dan juga rahasia-rahasianya. “Dan hendaklah engkau tidak menceritakan keistimewaan keistimewaan dan rahasia-rahasia ini kepada orang-orang yang fasiq agar ia tidak terjatuh ke tangan orang-orang yang jahil. Dan semoga isyarat ini sudah mencukupi untukmu”.

Menurut Syekh Imam ‘Ali al-Buuni dan Imam al-Jazuli r,ma. "Barangsiapa yang membaca sholawat ini 1000 kali pada tengah malam, maka Allah akan menunaikan hajatnya, baik hajat dunia maupun hajat akhirat.” (Sumber kitab Afdholus Sholawatu 'ala sayyida saddah karangan Syekh Yusuf ibn Isma’il An-Nabhani).

  1. Jika dibaca 11× tiap lepas sholat fardlu, kemudian berdo'a meminta apa hajatnya, insya-Allah berhasil.
  2. Jika sholawat ini dibaca 41× ketika kelahiran anaknya, insya-Allah anak tersebut akan menjadi anak yang Sholeh, ‘alim dan manfa'at.
  3. Jika dalam sehari semalam membaca sholawat ini 1000×, insya-Allah segala kesulitannya akan hilang dan hatinya menjadi terang dan tentram.
Admin
Admin
Pemasar Shopee Affiliate
Link copied to clipboard.